Puluhan SPPG Dihentikan Sementara, BGN Evaluasi Ketat Program MBG di Bulan Ramadhan

Jakarta, I afiliasinews.com I Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi serius terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghentikan sementara 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Langkah ini diambil setelah ditemukan sejumlah ketidaksesuaian, terutama terkait kualitas menu yang disajikan serta penggunaan anggaran yang tidak sejalan dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga standar layanan kepada masyarakat sekaligus memastikan program berjalan secara akuntabel.

“Penghentian ini bersifat sementara dan bertujuan untuk memberikan ruang perbaikan bagi penyelenggara agar kembali memenuhi standar yang telah ditetapkan,” ujarnya usai melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Agung di Jakarta.

BGN menyebutkan bahwa mayoritas SPPG di berbagai daerah tetap beroperasi dengan baik. Namun, sejumlah kecil temuan yang mencuat ke publik dinilai cukup memengaruhi persepsi terhadap program secara keseluruhan.

Selain persoalan menu, evaluasi juga menemukan adanya kekurangan dalam aspek pendukung, seperti belum terpenuhinya standar sanitasi dan kelengkapan fasilitas pengolahan limbah di beberapa SPPG.

Sebagai tindak lanjut, BGN menerapkan mekanisme bertahap mulai dari pemberian peringatan, penghentian sementara, hingga pembinaan intensif. Para pengelola SPPG diberikan kesempatan untuk melakukan pembenahan sebelum dapat kembali menjalankan operasional.

BGN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan dan kualitas pelaksanaan program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Ke depan, langkah penegakan hukum juga akan dipertimbangkan apabila ditemukan pelanggaran serius yang berkaitan dengan penyalahgunaan anggaran.

Melalui evaluasi ini, BGN berharap seluruh mitra pelaksana dapat lebih disiplin dalam menjalankan standar operasional, sehingga program MBG tetap menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *